MSDS

MATERIAL SAFETY DATA SHEET (MSDS)

KALIUM DIKROMAT (K2Cr2O7)

A. PENDAHULUAN

MSDS adalah singkatan dari Material Safety Data Sheet, dalam bahasa Indonesia disebut LDKB atau Lembar Data Keselamatan Bahan. Secara awam, MSDS ini adalah sebuah dokumen yang disertakan kepada material/ bahan kimia.

Dokumen MSDS atau LDKB dibuat khusus tentang suatu bahan (kimia) mengenai pengenalan umum, sifat-sifat bahan, cara penanganan, penyimpanan, pemindahan dan pengelolaan limbah buangan bahan kimia tersebut. Berdasarkan isi dari MSDS maka dokumen tersebut harus diketahui dan digunakan oleh para pelaksana yang terlibat dengan bahan kimia tersebut yakni produsen, pengangkut, penyimpan, pengguna dan pembuang bahan kimia.

Data MSDS merupakan petunjuk standar keamanan dan keselamatan kerja. digunakan secara luas didalam industri, pengangkutan (logistik), laboratorium, serta pihak-pihak yang berhubungan dengan dengan bahan-bahan yang digunakan. Pengetahuan tentang dokumen MSDS ini dapat mendukung budaya terciptanya kesehatan dan keselamatan kerja.
MSDS dibuat oleh berbagai pihak seperti produsen bahan, industri , institusi yang terkait dengan kesehatan dan keselamatan kerja bahkan perguruan tinggi. Dokumen ini disusun secara ringkas dan skematik agar mudah dipahami. Setiap dokumen diharuskan memberikan informasi yang benar dan akurat.

Untuk MSDS suatu bahan yang dibuat dari beberapa penyusun sering berbeda dalam hal urutan penyajian, penonjolan dan prioritas materi, tidak memuat beberapa prosedur pendukung, atau detail proses yang berlaku standar tidak dituliskan secara lengkap. Meskipun demikian pengguna atau  dapat merujuk MSDS dari beberapa sumber untuk dikomparasikan sehingga saling melengkapi.

Terkait dengan kepentingan pembuat MSDS, dokumen mungkin menonjolkan uraian yang terkait dengan kepentingan mereka akan tetapi isi dari setiap MSDS memiliki kandungan yang sebagian besar sama. Di dalamnya terdapat beberapa informasi yang minimal ada pada MSDS secara umum yang terdiri dari 16 bab, yaitu:

  1. Produk dan Identitas Perusahaan(Product and Company Identification)
  2. Komposisi/Informasi kandungan bahan(Composition/Information on ingredients)
  3. Identifikasi Bahaya(Hazards Identification)
  4. Penanganan Penanggulangan Kebakaran(Fire fighting measuresi)
  5. Tindakan Pertolongan Pertama(First Aid Measures)
  6. Penanggulangan kondisi darurat Tumpahan dan Kebocoran(Accidential Release measures)
  7. Penanganan dan Penyimpanan(Handling and storage)
  8. Pengendalian Pemaparan/Perlindungan Diri(Exposure control/personal protection)
  9. Spesifikasi Fisika dan Kimiawi(Physical and Chemical Properties)
  10. Stabilitas dan Reaktivitas(Stability and Reactivity)
  11. Data Toksikologi(Toxicological Information)
  12. Informasi Ekologi Lingkungan(Ecological Information and Consideration)
  13. Pembuangan Limbah(Disposal Consideration)
  14. Informasi Pengangkutan(Transport Information)
  15. Informasi Peraturan Perundang-undangan(Regulatory Information)
  16. Informasi Lainnya(Other Information)

B. MSDS K2Cr2O7 99-100%

      1. Identifikasi Bahan

Sinonim                    : Potassium Bichromate; Dipotassium Dichromate; Dichromic Acid; Dipotassium Salt

Massa molar           : 294.19 g/mol

No. CAS                    : 7778-50-9

Grade                        : ACS,ISO

Rumus kimia          : Cr2K2O7

Formulasi kimia   : K2Cr2O7

Kode HS                   : 2841 50 00

Nomor EC                : 231-906-6

Nomor indeks EC : 024-002-00-6

Nomor CAS            : 7778-50-9

       2. Identifikasi Bahaya

  • Klasifikasi GHS
Toksisitas akut oral

Kategori 3

Toksisitas akut kulit

Kategori 4

Toksisitas akut terhirup

Kategori 2

Korosi kulit/Iritasi Kategori 1B
Sensitisasi alat pernapasan

Kategori 1

Sensitisasi kulit

Kategori 1

Mutagenesis sel germinal Kategori 1B
Karsinogenisitas Kategori 1B
Keracunan reproduktif Kategori 1B
Toksisitas sistemik organ target khusus (paparan berulang)

Kategori 1

Toksisitas sistemik organ target khusus (paparan tunggal)

Kategori 3

Keracunan akut pada makhluk air

Kategori 1

Keracunan kronis pada makhluk air

Kategori 1

Zat pengoksidasi

Kategor

       3. Komposisi Bahan

Rumus                       K2Cr2O7    /    Cr2K2O7

No CAS                    7778-50-9

No EC                       231-906-6

Massa Molar             294,19 g/mol

4. Tindakan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K)

  • Secara umum

Pemberi pertolongan pertama harus melindungi dirinya.

  • Setelah menghirup
  1. Hirup udara segar
  2. Jika napas terhenti, langsung berikan napas buatan secara mekanik
  3. Jika diperlukan berikan masker oksigen
  4. Segera menghubungi dokter
  • Setelah kontak pada kulit
  1. Mencuci dengan air yang banyak
  2. Melepaskan pakaian yang terkontaminasi
  3. Segera menghubungi dokter
  • Setelah kontak pada mata
  1. Membilas dengan air yang banyak
  2. Segera menghubungi dokter mata
  • Jika tertelan
  1. Memberi air minum (maksimal 2 gelas)
  2. Segera mencari anjuran pengobatan
  3. Hanya dalam kasus khusus, jika pertolongan tidak tersedia dalam satu jam, merangsang untuk muntah (jika korban tak sadarkan diri)
  4. Menelan karbon aktif
  5. Konsultasi dengan dokter
  • Perawatan (catatan untuk dokter)

Bersihkan luka dengan hati-hati dan tutup dengan bahan pembalut yang steril.

5. Tindakan Penanggulangan Kebakaran

  • Media pemadam yang sesuai

Gunakan tindakan pemadaman kebakaran yang sesuai untuk situasi lokal dan lingkungan keliling.

  • Bahaya spesifikasi selama memadamkan kebakaran

Tidak mudah terbakar. Memiliki efek penyulut api akibat pelepasan oksigen.

  • Alat perlindungan khusus bagi petugas pemadam kebakaran

Jangan berada di zona berbahaya tanpa peralatan pelindung pernapasan. Untuk menghindari kontak dengan kulit, jaga jarak aman dan gunakan pakaian pelindung yang sesuai.

  • Informasi lebih lanjut

Cegah air pemadam kebakaran mengkontaminasi air permukaan dan air tanah.

6. Tindakan Terhadap Tumpahan dan Kebocoran

  • Tindakan pencegahan pribadi

Hindari penghirupan debu dalam semua keadaan. Hindari mkontak dengan bahan. Pastikan ventilasi memadai.

  • Tindakan pencegahan untuk melindungi lingkungan

Jangan membuang ke dalam saluran pembuangan

  • Metode untuk pembersihan

Ambil dengan hati-hati. Teruskan ke pembuangan. Bersihkan area yang terkena. Hindari pembentukan debu.

7. Penyimpanan dan Penanganan Bahan

  • Penanganan

Bekerja di ruang asam. Jangan menghirup bahan. Taati label tindakan pencegahan.

  • Penyimpanan

Tertutup sangat rapat. Kering. Jauhakan dari bahan yang mudah menyala dan sumber nyala serta panas. Simpan dalam tempat terkunci atau di tempat yang hanya bisa dimasuki oleh orang-orang yang mempunyai kualifikasi atau wewenang.

        8. Pengendalian Pemaparan dan Perlindungan Diri

  • Alat pelindumg diri

Pakaian pelindung harus dipilih secara spesifik untuk tempat bekerja, tergantung konsentrasi dan jumlah bahan berbahaya yang ditangani. Daya tahan pakaian pelindung kimia harus dipastikan dari masing-masing suplier.

  • Perlindungan pernapasan

Diperlukan ketika debu dihasilkan. Jenis filter yang direkomendasikan: Filter P 3 untuk partikel padat dan cair, bahan toksik dan sangat toksik.

  • Pelindung tangan

Kontak Penuh :

–          Bahan sarung tangan       :    Karet nitril

–          Tebal sarung tangan        :    0,11 mm

–          Waktu terobosan             :    >480 min

Kontak percikan :

–          Bahan sarung tangan       :    Karet nitril

–          Tebal sarung tangan        :    0,11 mm

–          Waktu terobosan             :    >480 min

Sarung tangan pelindung yang digunakan harus mengikuti spesifikasi pada EC.

  • Pelindung mata

Kacamata atau goggles pelindung yang pas dan ketat.

  • Langkah-langkah perlindungan

Pakaian pelindung

  • Tindakan higienis

Segera ganti pakaian yang terkontaminasi. Kundanag krimpelindung kulit. Cuci tangan dan muka setelah bekerja dengan bahan tersebut. Bekerja di ruang asam. Jangan menghirup bahan.

        9. Sifatsifat Fisika dan Kimia

Wujud                                   padat

Warna                                   jingga

Bau                                       tidak berbau

pH                                         3,6 (pada 100g/L)

Titik lebur                             398 oC

Titik didih                             > 500oC (pada 1.013 hPa)

Sifat oksidator                      pengoksidasi

Densitas                                2,69 g/cm3 (pada 20 0C)

Densitas curah                      1,25 g/cm3

Kelarutan dalam air              130 g/L (pada 20 0C)

10. Reaktifitas dan Stabilitas

  • Kondisi yang harus dihindari

Pemanasan kuat.

  • Bahan yang harus dihindari
  1. Beresiko meledak dengan: besi, magnesium, hydrazine dan turunannya, hydroxylamine, senyawa organik yang mudah menyala.
  2. Reaksi eksotermik dengan: boron, anhydrides, reduktor, phosphides
  3. Resiko ledakan dan/atau terbentuk gas toksik terdapat pada bahan berikut: senyawa organik yang mudah menyala, gliserol, sulfida, aseton,

       11. Informasi Toksikologi

  • Toksisitas oral akut

LD50 tikus

Dosis : 25 mg/kg

Tanda-tanda : penyerapan, bila termakan, luka bakar hebat di mulut dan kerongkongan, berlubangnya esophagus dan perut.

  • Toksisitas inhalasi akut

LC50 tikus

Dosis : 0,094 mg/L, 4 jam

Tanda-tanda : iritasi mukosa, batuk, napas tersengal, penyerapan, kerusakan yang mungkin yaitu kerusakan saluran pernapasan.

  • Toksisitas kulit akut

LD50 tikus

Dosis : 1.170 mg/kg

Tanda-tanda : penyerapan

  • Iritasi kulit

Mengakibatkan luka bakar yang parah

  • Iritasi mata

Menyebabkan kerusakan mata berat. Resiko kebutaan.

  • Sensitisasi

Dapat menyebabkan reaksi alergi pada kulit.

Dapat menyebabkan gejala alergi atau asma atau sulit bernapas bila terhirup.

  • Toksisitas sistemik organ target khusus (paparan berulang)

Menyebabkan kerusakan organ-organ melalui pemaparan yang lama atau berulang-ulang.

  • Efek CMR

Karsinognisitas                       : dapat menyebabkan kanker.

Sifat mutagenik                      : dapat menyebabkan kerusakan genetis.

Teratogenisitas                       : dapat membahayakan janin.

Toksisitas bagi reproduksi      : dapat merusak kesuburan.

  • Informasi lebih lanjut

Chromium (IV) sangat toksik. Bahan terserap melalui paru-paru, sama halnya dengan penyerapan melalui saluran pencernaan. Menjadi oksidator kuat, kromat/bikromat dapat menyebabkan terbakar dan borok pada kulit dan membran mukosa serta mengiritasi saluran pernapasan atas.luka borok memiliki kecenderungan yang buruk untuk sembuh karena terjadi penetrasi bahan ke dalam luka. Pada beberapa orang, bahan dengan cepat menyebabkan peningkatan kepekaan dan reaksi alergi pada saluran pernapasan (resiko pneumonia) dan kerusakan pada membran mukosa (dalam keadaan perforasi dan septum). Setelah tertelan, gejala parah pada saluran pencernaan seperti, diare berdarah, muntah, kolaps sirkulasi, tidak sadarkan diri, pembentukan methaemoglobi. Senyawa chromium (VI) yang terhirup dengan nyata memperlihatkan efek karsinogenik pada binatang percobaan. Dosis letal (manusia) : 0.5 g.

12. Informasi Ekologi

  • Derajat Racun Bagi Lingkungan (Ekotoksisitas)
  1. Keracunan untuk ikan

LC50

Spesies : Pimephales promelas

Dosis : 26,13 mg/L

Waktu pemaparan : 96 jam

  1. Derajat racun bagi daphnia dan binatang tak bertulang belakang lainnya yang hidup dalam air

EC50

Spesies : Daphnia magna

Dosis : 0,77 mg/L

Waktu pemaparan : 48 jam

  1. c.        Keracunan pada ganggang

IC50

Spesies : Chlorella vulgaris

Dosis : 0,16-0,59 mg/L

Waktu pemaparan : 96 jam

  1. Keracunan untuk bakteria

MICROTOX-TEST EC50

Spesies : Photobacterium phosphoreum

Dosis : 58 mg/L

Waktu pemaparan: 30 menit.

  • Tingkat Penguraian
  1. a.      Daya hancur secara biologis

Metode menentukan tingkat penguraian hayati tidak berlaku untuk bahan organik.

  1. b.      Informasi ekologis tambahan

Jangan biarkan memasuki perairan air limbah atau tanah.

        13. Pembuangan Limbah

  • Produk

Bahan kimia harus diatur sesuai dengan peraturan nasional masing-masing.

  • Pengemasan

Kemasan produk Merck harus dibuang sesuai peraturan spesifik negara atau harus melewati sistem pengembalian kemasan (Packaging Return System).

14.  Informasi Pengangkutan

  • ADR/RID

UN 3086 TOXIC SOLID, OXIDIZING, N.O.S. (POTASSIUM DICHROMATE), 6.1 (5.1) II

  • IATA                                               Tidak diijinkan untuk transport

UN 3086 TOXIC SOLID, OXIDIZING, N.O.S.

  • IMDG

UN 3086 TOXIC SOLID, OXIDIZING, N.O.S. (POTASSIUM DICHROMATE), 6.1 (5.1) II

Peraturan pengangkutan (transportasi)dirujuk berdasarkan peraturan internasional dan dalam aturan yang berlaku di Jerman. Penyimpanan yang mungkin terjadi di negara lain tidak dipertimbangkan.

15.  Peraturan Perundang-Undangan

    1. Pelabelan GHS
  • Piktogram bahaya

                      

Beracun

Oksidator

Korosif

 

 

                          

Mencemari

Lingkungan

Berbahaya untuk pernapasan

  • Pernyataan Berbahaya (Hazard)

H317          : dapat menyebabkan reaksi alergi pada kulit.

H330          : fatal jika terhirup.

H314          : menyebabkan luka bakar pada kulit dan kerusakan mata yang serius.

H410          : sangat beracun bagi makhluk air dengan dampak jangka panjang.

H334          : dapat menyebabkan gejala alergi atau asma atau sulit bernapas bila terhirup.

H340          : dapat menyebabkan kerusakan genetis.

H350          : dapat menyebabkan kanker.

H335          : dapat menyebabkan iritasi alat pernapasan.

H372          : menyebabkan kerusakan organ-organ melalui paparan yang lama atau berulang-ulang

H360FD     : dapat merusak kesuburan. Dapat membahayakan janin.

H301          : beracun jika tertelan.

H312          : bahaya jika terkena kulit.

H272          : dapat memperhebat api, pengoksidasi.

  • Pernyataan hati-hati

P201                                       : peroleh terlebih dahulu instruksi khusus sebelum menggunakan

P280                                       : gunakan sarung tangan pelindung

P301 + P330 + P331              : jika tertelan, berkumurlah. Jangan memancing muntah.

P305 + P351 + P338              : jika terkena mata, bilas secara hati-hati dengan air selama beberapa menit. Lepas lensa kontak, jika digunakan dan mudah melakukannya. Lanjutkan membilas.

P304 + P341                           : jika terhirup, jika sulit bernapas, pindahkan korban ke udara segar dan baringkan dengan posisi yang nyaman untuk bernapas.

P308 + P313                           : jika terpapar, atau dikhawatirkan cari pertolongan medis.

  1. Pelabelan Direktif  EEC
  • Frasa R (Risk Phrases)

R45            dapat menyebabkan kanker

R46            dapat menyebabkan kerusakan gen yang diturunkan

R60            dapat merusak kesuburan

R61            dapat membahayakan bayi belum lahir

R8                 dapat menimbulkan kebakaran jika terkena bahan yang mudah terbakar

R21            berbahaya jika terkena kulit

R25            beracun jika tertelan

R26            beracun jika terhirup

R34            mengakibatkan luka bakar

R42/43       menyebabkan sensitisasi jika terhirup dan jika terkena kulit

R48/23       beracun; bahaya gangguan serius terhadap kesehatan jika eksposur berlangsung lama dengan menghirup

R50/53       sangat beracun untuk organisme air, dapat menyebabkan efek merugikan dalam jangka panjang di lingkungan air

  • Frasa S (Safety Phrases)

S53             hindari pemaparan, dapatkan petunjuk khusus sebelum menggunakan

S45             jika terjadi kecelakaan atau jika merasa tidak enak badan, segera dapatkan bantuan medis (tunjukkan label jika mungkin)

S60             bahan ini dan/atau wadah harus dibuang sebagai limbah berbahaya

S61             hindari pelepasan atau tumpah ke lingkungan. Rujuklah petunjuk khusus atau lembar data keselamatan.

Simbol        T+                       sangat beracun

N                                    berbahaya untuk lingkungan

O                        oksidator

C.  DAFTAR PUSTAKA

http://www.merck-chemicals.co.id/potassium-dichromate-kalium-dikromat/MDA_CHEM104862/p_UnOb.s1LsSgAAAEWDOEfVhTl?attachments=MSDS diakses pada tanggal 10 Desember 2010

http://www.kimianet.lipi.go.id/database.cgi?depandatabase&&&1&1098595676  diakses pada tanggal 10 Desember 2010

http://pabriktempe.wordpress.com/2010/07/17/p65/ diakses pada tanggal 12 Desember 2010